Berhentilah Berteriak…!!!


Kali ini, cerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan. Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon. Untuk apa? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, dengan tujuannya supaya pohon itu mati.

Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau diperhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu singkat, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, Yang jelas dan perlu diingat bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang mematikan rohnya.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda? orang di sekeliling anda atau siapapun?

Ayo cepat !

Dasar lelet !

Bego banget sih ! Begitu aja nggak bisa dikerjakan ?

Jangan main-main disini !

Berisik !

Dan lain sebagainya…

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati ?

Suami/istri seperti kamu nggak tahu diri !

Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa !

Aduuuuh, perempuan / laki kampungan banget sih !?

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :

Goblok, soal mudah begitu aja nggak bisa ! Kapan kamu jadi pinter ?!

Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal :

Eh tahu nggak ?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku nggak bakal nyesel !

Ada banyak yang bisa gantiin kamu !

Sial ! Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai mematikan roh pada orang yang kita cintai. Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita. Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan -lahan, pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan anda.

Dalam kehidupan sehari-hari. Teriakan, hanya di berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, benar?

Nah, mengapa orang yang marah dan emosional mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka dekat bahkan hanya bisa dihitung dalam centimeter. Mudah menjelaskannya.

Pada realitanya, meskipun secara fisik dekat tapi sebenarnya hati begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak! Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi karena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang Jika tetap ingin roh pada orang yang anda sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan. Dengan berteriak kepada orang lain ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan dijauhi atau Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

sumber : Catatan Rumah Yatim Indonesia

oOo

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, “Aku telah melayani Rasulullah SAW selama 10 tahun. Demi Allah beliau tidak pernah mengeluarkan kata-kata hardikan kepadaku, tidak pernah menanyakan : “Mengapa engkau lakukan?” dan pula tidak pernah mengatakan: “Mengapa tidak engkau lakukan?”

(HR Bukhari, Kitabul Adab 5578, Muslim, Kitabul Fadhail 4269 )

Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu.: “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak dikaruniai sifat lemah-lembut, maka ia tidak dikarunia segala macam kebaikan.” (HR. Muslim)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Kehidupan, Kisah, Motivasi dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Berhentilah Berteriak…!!!

  1. Dian berkata:

    Inspiratif banget, semoga setiap saat kita bisa berubah ke arah yg lebih baik……
    izin share ya…. supaya bisa menginspirasi lebih banyak orang…….

    Terimakasih….

  2. tadzkirah berkata:

    Silakan, semoga bermanfaat buat semuanya..

  3. Abing Manohara berkata:

    Hanya untuk berbagi….
    Tapi tetap obyektif lho…berteriak juga ada manfaatnya seperti ; kalau teman saya bilang untuk menghilangkan badmood atau pikiran buntet (jawa:red) atau BT, teman saya bilang dia akan berteriak keras biasanya dilakukan ketika naik gunung atau ke pantai atau mencari area bebas penduduk seperti lapangan dan persawahan.

    Berteriak juga menurut saya bermanfaat untuk mengajarkan ketegasan dan kedisiplinan lho…tp berteriaknya tetap pakai intonasi untuk mendidik anak. ibaratnya anak seperti besi kalau tidak kita sepuh (perlakuan panas, ibarat teriakan orangtua pada anak) maka anak juga tidak berkembang dengan baik dari segi mental.

    Berteriak juga bermanfaat ketika anda mengahadapi musuh, atau berperang atau berjihad. yang lebih sering isa kita lihat saat pertandingan antar kampung misal; berteriak bisa menurunkan mental lawan dan akhirnya lawan bisa dikalahkan dgn mudah. (kl ini mirip artikel diatas)

    Saya pernah menjadi supporter pertandingan bulu tangkis antar RT, waktu itu tim saya ketinggalan skor 1:0 untuk lawan. pada game ke 2 saya diminta pak RT tempat saya kos untuk memberi dukungan. tentu saja dukungan saya melalui teriakan. skore game waktu itu tim saya juga sudah ketinggalan hampir kalah. tapi begitu saya mulai berteriak bahkan sampai adu teriakan jarak jauh dengan supporter lawan, tim saya mulai percaya diri dan memimpin pertandingan dan menang pada game ke 2. dan akhirnya pada game ke 3 tim saya menang lagi. jd skor 2:1. tim saya menang.
    Kesimpulan saya berteriak ada manfaat positif dan manfaat negatif, tergantung tujuan dan niat anda menggunakannya untuk apa, tetapi tulisan diatas menggugah inspirasi untuk menggali khasanah dan hikmah dari berteriak, sebuah nikmat dan fasilitas yang diberikan Allah kepada kita. keep inspiratif…

  4. bayu berkata:

    love this.
    baru nonton film Tare zameen Par semalam di TV.
    terima kasih sudah berbagi ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s