Sejauh mana kita telah bersyukur?


Bismillah

Tulisan ini asalnya dari akun fb saya yang terdahulu yang entah kenapa oleh admin fb dinonaktifkan, mungkin saya melanggar TOS facebook atau entah ada seseorang yang menonaktifkan, wallahu a’lam.

Alhamdulillah, kata pertama seharusnya kita ucapkan setiap apa yang telah kita jalani dan lakukan. Sebagai bentuk syukur kita atas nikmat yang telah kita terima dan kita nikmati.

Bersyukur tidak mesti saat kita bahagia saja, bahkan dalam setiap keadaan kita seharusnya tetap bersyukur, karena dengan bersyukur itulah maka pintu-pintu sesal tidak akan terbuka,

Dan tahukah kenapa kita tidak boleh menyesal?

Karena sesal hanyalah sebagai pintu-pintu bagi setiap kejelekan, karena penyesalan adalah pintu-pintu syaithan, dengan menyesal maka akan timbul sesal lain yang tentunya hanya merugikan kita sendiri.

Bukankah lebih enak dan lebih nyaman kita terima saja apa adanya diri kita dan tetap bersyukur dengan segala nikmat-Nya.

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihaat

(segala puji hanya bagi Allah dengan nikmat-Nya sempurnalahsegala kebaikan)

Itu bentuk doa syukur kita ketika kita senang bahagia, dan perasaan serupa dengan itu.

Apakah tidak cukup dengan Alhamdulillah saja?

Bukannya tidak cukup, bahkan kita boleh-boleh saja hanya mengucapkan Alhamdulillah, tapi bukankah tuntunan Nabi kita lebih pantas danlebih berhak untuk kita ikuti, begitulah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita ketika kita mendapat kebahagiaan, kesenangan, maka ucapkan doa di atas.

Sebaliknya ketika kita ditimpa kesedihan, perasaan tidak enak dan semisalnya, selayaknya pula kita bersyukur dan mengucap Alhamdulillah,dengan doa sebagai berikut:

Alhamdulillah ‘ala kulli haal

(Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan)

Begitulah, sungguh indah dan mulia Islam ini mengajarkan kepada kita bentuk-bentuk kebaikan, tidak sekedar saat kita senang saja kita bersyukur tapi saat sedih dan tertimpa musibah pun kita juga diperintahkan bersyukur.

Dengan kita bersyukur dalam setiap keadaan kita senang ataupun sedih, maka secara tidak langsung kita juga telah berdoa kepada Allah, jika kebaikan maka semoga ditambahkan kebaikannya dan jika kita sedang ditimpa kesedihan, maka semoga kita segera lekas diangkat dari kita kesedihan itu dan diganti dengan kebahagiaan. Semoga… Insya Allah…

Semoga tulisan kecil ini dapat dipahami, dan sesungguhnya kebaikan yang datang dari tulisan ini datangnya dari Sang Maha Pencipta Al Haqq, dan kesalahan dalam tulisan kecil ini jika ada adalah datang darikebodohan saya pribadi, dan Allah-lah tempat memohon pertolongan.

Dan semoga di tahun baru ini semoga kita mampu beramal lebih baik dari amalan-amalan sebelumnya dan semoga kita bisa meningkatkan keimanan kita di tahun ini dan seterusnya juga semoga kita semakin meningkat derajat taqwa kita, amin.

Wallahu a’lam.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Artikel Islam, Artikel Motivasi, Kajian Islam, Motivasi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sejauh mana kita telah bersyukur?

  1. Ajat berkata:

    Mantap brada,…. lanjutkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s