Hiduplah Semaumu Tapi Ingat ..


Malaikat Jibril pernah berpesan kepada Rasuulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam.:

‘Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati
Cintailah siapapun, tapi ingat pada suatu saat kamu akan berpisah dengan yang engkau cintai itu
Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kamu akan menerima balasannya.’

Begitulah sekiranya pesan yang diterima oleh Pribadi Spesial, Rasuulullooh Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam ., inspirator dan teladan dalam setiap aktivitas kita.

Sahabat sekalian, mohon maaf jika dalam tulisan ini saya berlaku tidak adil terhadap sahabat-sahabat sekalian, terkesan menggurui dan so’ ustadz. Saya tidak bermaksud demikian. Kenapa kukatakan tidak adil? Bisa jadi sahabat sekalian belum tergabung dalam sebuah aktivitas kajian atau karena belum sampainya informasi ini kepada sahabat sekalian, saya minta maaf..

Sahabat, mari sejenak kita duduk dan ‘dengarkan’ apa yang kusampaikan. Jika sahabat tertarik, maka duduk dan bacalah, jika tidak berkenan maka tutup dan simpanlah. Aku berdoa semoga dilain kesempatan sahabat mau membukanya kembali.

Mohon maaf juga jika selama membaca sahabat akan banyak menemui kalimat-kalimat yang menunjukkan aktivitas pribadi dan seakan ‘inilah saya yang sesungguhnya’! Ini juga menjadi bahan muhasabah bagi diri saya. Saya memohon ampun kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala, Dzat yang jiwa saya dalam genggaman-Nya.

Sahabat, sadarkah kita saat kita melakukan segala aktivitas? Jika tidak sadar alias gila, bersyukurlah (bagaimana cara bersyukurnya orang gila yaa?! Jadi bingung #@$#@) karena aktivitas orang gila tidak akan dihisab oleh Alloh Subhanahu wa ta’ala.

Atau bersyukurlah sahabat sekalian saat melakukan aktivitas yang dilarang agama karena khilaf, bersyukurlah kalian saat terlambat bangun tidur sehingga telat shalat shubuh karena Allah tidak akan menghisab sebagai dosa.

Bersyukurlah, jika sahabat belum memakai jilbab (secara syar’I, jilbab adalah baju kurung, terusan, dan pakai kerudung, bukan pengertian jilbab sekarang; atas kerudung bawah jeans!?) karena sahabat belum dianggap dewasa alias belum haid dan nifas.

Lantas bagaimana sahabatku, jika kita memang benar-benar sehat secara akal (jika tidak yakin silakan cek ke dokter umum atau psikiater), pastikan diri sahabat sehat dan benar-benar sehat akalnya?

Lantas bagaimana jika sahabat sudah pastikan juga bahwa sahabat sekalian tidak sedang tidur, terbangun atau sedang mengigau?

Lantas bagaimana jika sabahat sudah pastikan pula bahwa sahabat juga sudah dewasa? Sahabat cowok dewasa secara syar’I; aqil baligh/pernah ‘bermimpi’, ciri-ciri kerennya; berjenggot, tumbuh kumis, jakun, berotot dan mbois (Bahasa Jatim; macho). Bagi sahabat cewek dewasa secara syar’I; sudah haid dan nifas, ciri-ciri lainnya tumbuh payudara, suka dandan, dan sebagainya.

Jika semua itu sudah sahabat pastikan bahwa sahabat sekalian dalam keadaan sehat secara akal, badan, lalu tidak sedang bermimpi, dan telah dewasa, maka ceritanya lain sahabatku. Sekarang saya katakan, itu semua adalah Musibah! (Walaupun musibah juga harus disyukuri karena itu ketetapan Allah yang tidak boleh kita elakkan ). Kenapa kukatakan musibah? Karena setelah itu sahabat semua terikat sebuah aturan. Aturan bagi orang dewasa dan aturan bagi orang yang sehat akalnya.

Aturan apa sahabatku? Aturan main. Sahabat cowok tentu pernah main bola dong..? kalau belum, cobain dulu deh, mumpung lagi demam piala dunia,..
Sahabat cewek juga boleh kok sesekali nonton sepak bola, gak bayar! (apa ada yang bayar?) Disana ada wasit sebagai penegak aturan main dan pemain yang terdiri dari sebelas orang masing-masing kubu. Mereka akan bekerja secara tim untuk mengolah si kulit bundar menjadi sebuah goal, kemenangan!

Selama pertandingan berlangsung, si wasit akan meniup peluit baik itu karena terjadi pelanggaran, melanggar peraturan, atau karena memang terjadi goal. Wasit juga akan memberikan sebuah kartu kuning untuk pelanggaran ringan dan kartu merah untuk pelanggaran kategori berat. Pemain yang taat peraturan tidak akan mendapat kartu kuning apalagi merah.

Bagaimana jika si pemain bermain semau dan sekehendak hatinya? Misal; bagi pemain yang handsball, melakukan tackling, body, sepak kaki pemain lawan, mengangkat kaki hingga sampai muka, offside, penalty, berkata kasar dan semacamnya tentu akan mendapat sanksi berupa kartu kuning sebagai peringatan dan kartu merah jika pelanggarannya begitu berat. Jika telah mendapat kartu merah tamatlah riwayat si pemain. Ia akan diusir dari arena pertandingan. Ia mendapat sanksi.

Sanksi akan diberikan langsung oleh wasit kepada si pemain karena pelanggaran yang dibuat oleh si pemain sendiri. Secara langsung, ditempat! Dan jika pertandingan usai, maka wasit akan menetapkan siapa pemenangnya, yakni dialah yang berhasil memasukkan bola ke gawang lawan paling banyak. Maka, pemain yang memperoleh kemenangan juga akan mendapat penghargaan atas usahanya, berupa Piala Kemenangan.

Sahabat sekalian, terus apa hubungannya dengan permasalahan hidup yang kita bahas tadi?

Seperti halnya permainan sepak bola yang memiliki aturan main, demikian juga dengan kehidupan kita. Ada aturan mainnya! Seperti pesan Malaikat Jibril kepada Rasulullah Muhammad Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam.:

‘Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati
Cintailah siapapun, tapi ingat pada suatu saat kamu akan berpisah dengan yang engkau cintai itu
Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kamu akan menerima balasannya.’

Jika kita ummatnya Nabi Muhammad Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, maka pesan itu berlaku bagi kita. Missal;

Jika sahabat berpacaran sebelum menikah atau berdua-duaan tanpa mahram alias ber-khalwat, maka silahkan saja lakukan sekehendak hatimu, tapi ingat sahabat sekalian akan menerima balasannya!

Jika sahabat sering berkumpul campur aduk dengan yang bukan mahram alias ber-ikhtilat, maka silahkan saja lakukan sekehendak hatimu, tapi ingat sahabat sekalian akan menerima balasannya!

Jika sahabat meninggalkan shalat wajib lima waktu dan puasa wajib, maka silakan saja itu pilihan sahabat sekalian untuk melakukan atau tidak, tapi ingat sahabat akan menerima balasannya!

Jika sahabat sekalian suka memakan harta haram dan mengambil riba, ingat juga sahabat akan menerima balasannya!

Jika sahabat sering berbohong, mencuri, bersumpah selain atas nama Alloh, sering berjanji dan mengingkarinya, menghina aturan-aturan Allah Subhanahu wa ta’ala dengan meninggalkannya, berhukum selain dengan hukum Alloh Subhanahu wa ta’ala, melakukan jual beli barang haram, zina, dan seabreg kelakuan kita yang nyeleneh alias melanggar dari aturan main yang ditetapkan Alloh, maka siap-siap kena kartu kuning atau bahkan kena kartu merah dari Alloh SWT, dan kita tahu apa resikonya!

Jika sahabat mencintai seseorang, tapi caranya tidak sesuai dengan aturan main dari Alloh, maka siap-siap kena penalty dari Alloh Subhanahu wa ta’ala!

‘Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kamu akan mati
Cintailah siapapun, tapi ingat pada suatu saat kamu akan berpisah dengan yang engkau cintai itu
Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kamu akan menerima balasannya.’

Pos ini dipublikasikan di Artikel Islam, Artikel Motivasi, Kajian Islam, Kehidupan, Kisah, Kisah Hikmah, Kisah Nyata, Motivasi dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s