Anak Kecil Yang Membuatku Malu


Aku tuliskan ini dengan sebuah harapan agar suatu saat nanti kamu akan membacanya dan mengerti bahwa aku pernah belajar sesuatu dari kamu.

Sebuah pengalaman yang takkan pernah bisa aku lupakan seumur hidup yang datang dari kamu, anakku sendiri.

Mungkin saat ini papa malu dengan diri papa sendiri karena ternyata papa harus belajar dari kamu anak kecil yang baru berusia enam tahun, usia yang terpaut seperempat abad dengan usia papa sekarang.

Dan pelajaran itu bukan hanya datang sekali dalam beberapa hari terakhir ini, namun berulang-ulang kali.!

Aku masih tergolek di tempat tidur ketika suara yang sering terdengar itu memanggil, letih karena pekerjaan atau perjalanan dan berbagai alasan lain selama ini, membuatku hanya menyisihkan sedikit ruang sempit bagi suara yang makin lama makin terdengar lirih di telingaku dan kemudian hilang begitu saja.

Ternyata itu tak berlaku buat kamu, suara merdu muadzin melantunkan Adzan Shubuh menghentakkan tubuh mungilmu untuk membangunkan seluruh penghuni rumah .

Bisikmu perlahan terdengar menanyakan sesuatu ke mama “Ma, sudah adzan sholat ke Masjid kan..?” Mamamu hanya tersenyum dan mengangguk karena dia telah terbiasa dengan kebiasaanmu mengajak sholat berjamaah di masjid selama sebulan terakhir ini.

Dan langkah kecil kaki-kakimu mulai beranjak ke ruang tengah dimana Eyang Kakung dan Eyang Uti telah menunggu. “Mana sarungku eyang..? cepetan kita ke Masjid.!!”. Eyang kakung tersenyum dan segera memasang kain sarungmu.

Dan aku? Tubuhku masih hangat terbalut selimut tebal dan beralaskan spring bed yang terhampar di ruangan tivi .

Mataku memang tak lagi bisa menutup rapat ketika kegaduhanmu itu telah mengganggu ketenangan tidurku, namun kelelahan bisa kujadikan alasanku kali ini jikalau saja kamu nanti nekad membangunkan papa.

Perlahan gemerisik kaki-kaki mungilmu yang bergesekan dengan lantai rumah mendekat kearah dimana papa tidur, dan aku malah memejamkan mata seolah-olah tak mau tahu dengan kedatanganmu.

Tapi semua diluar perkiraan, benar-benar diluar dugaanku semula bahwa kamu akan segera menepuk dan membangunkan papa dengan teriakanmu.

Kamu, justru merebahkan tubuh kecilmu di sebelah papa dan memeluk perlahan lenganku, dan kemudian disusul dengan rentetan pembicaraan yang akan membuat aku malu dengan diriku sendiri.

“ Papa…papa….bangun…”. bisikmu perlahan seolah tahu jika aku hanya pura-pura belum membuka mata dari tidurku. ”Iya…nanti ya papa masih ngantuk..”jawabku malas.

Dengan nada yang lemah dan perlahan kamu berkata lagi “Kan udah shubuh…, kok papa ngga ajak sheva ke Masjid sih?”.

Suaramu lemah seperti suara anak kecil yang sedih dan mau menangis membuat papa terkejut dan sadar bahwa papa tengah ditegur dan diajari sholat berjamaah di Masjid oleh seorang anak kecil yang baru berusia enam tahun.

“Ya udah kita sholat di masjid….” hanya ini jawaban singkat papa yang membuat kamu tersenyum dan bersorak kegirangan seraya menarik tangan papa menuju masjid di sebelah rumah eyang ini.

Semenjak papa kecil rumah eyang ini memang bersebelahan dengan sebuah masjid yang dibangun bersama-sama warga masyarakat di sini.

Dan telah ribuan kali Adzan berkumandang dari pengeras suara yang terpasang di Masjid, namun papa tak pernah ingat berapa kali papa mampu menyambut panggilan adzan itu dan kemudian menjalani sholat berjamaah di masjid.

Dan papa juga tak pernah ingat berapa kali juga panggilan itu terlewati dan hanya menjadi sebuah lintasan suara lemah yang terlewati dan kemudian tak terdengar lagi tertimpa belaian mimpi indah sampai sinar mentari pagi menyingsing.

Ya Tuhan, terima kasih atas pelajaran yang sangat berharga ini yang kuterima justru dari anak yang baru berusia enam tahun.

Sebuah pelajaran yang membuat aku malu pada anak, diri sendiri dan juga kepada-Mu.

Pos ini dipublikasikan di Artikel Motivasi, Kehidupan, Keluarga, Kisah, Kisah Hikmah, Motivasi dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Anak Kecil Yang Membuatku Malu

  1. Idi suwardi berkata:

    Tadi saya search di google terus nemu blog ini dan setelah saya lihat2 ternyata tulisannya bagus35

  2. Idi suwardi berkata:

    Keliling keliling di blog ini ternyata udah ada beberapa komen saya hehehe ternyata saya sering berkunjung ke blog ini

  3. lanadoank berkata:

    salam kenal.situsnya bagus dan bermanfaat. terimakasih udah sharing. jangan lupa kunjung balik y!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s