Memahami makna cinta


Suatu hari, ada seorang istri muslimah yang taat. Dia memegangi syariat berjilbab dengan baik, sehingga menutup wajahnya dari laki-laki  yang bukan mahromnya. Suatu saat dia menuntut suaminya untuk memberikan beberapa haknya, tetapi suaminya mengingkarinya. Akhirnya istri ini pun mengadukanya di pengadilan agama. Pada saat sidang hakim berkata pada istri,

” Engkau harus menghadirkan beberapa orang saksi”

Tatkala para saksi telah hadir, hakim pun berkata pada si istri, ” Sekarang bukalah cadarmu, agar para saksi bisa mengenalimu”

Melihat si istri akan membuka cadarnya di hadapan para saksi dan laki-laki lainya yang tidak halal melihat kecantikanya, suaminya tiba-tiba mengatakan ” Tidak, wahai hakim..! Jangan anda meminta istri saya membuka wajahnya. Baiklah saya telah mengaku telah menahan hak-haknya”

Mendengar perkataan suaminya tersebut’ si istri langsung berdiri lalu beranjak menuju suaminya dan duduk disampingnya, kemudian ia berkata pada hakim, ” Aku bersaksi kepada anda wahai hakim, aku telah melepas hak-hakku dari suamiku, dan aku telah membebaskanya dari tuntutanku”

Hakim pun lalu berkata, ” Tulislah hal ini didalam makarimul akhlak (akhlak-akhlak yang terpuji) “.

MasyaAlloh…

Benar benar ketulusan cinta. Tetapi siapa yang mengetahuinya..?

Boleh saja seorang istri mengatakan,” Aku tidak mencintai suamiku..!!” Boleh saja seorang suami mengatakan,” Aku tidak bisa mencintai istriku” Namun tentunya boleh juga kita mengatakan,” Bagaimana bila aku tidak percaya..?”

Pasalnya siapa yang akan mengingkari cerita cinta diatas adalah cerita cinta.? Ya, memang benar, itulah cinta.

Jadi, apa yang mendorong suami untuk ingin segera pulang menemui istrinya bila bukan cinta..? Apakah yang menjadikan istri gundah gulana dan khawatir saat suaminya belum juga pulang kalau bukan cinta..? Apa pula yang menjadikan suami gundah dan khawatir saat melihat istrinya dalam keadaan sakit bila bukan cinta..?

Memang banyak suami atau istri yang memahami cinta lain dari yang kita sebutkan. Akan tetapi, betapa banyak suami dan istri yang memahami cinta dengan pemahaman lain, yang mengatakan bahwa dirinya tidak mencintai pasanganya, namun saat istri atau suaminya sedang sakit atau semacamnya, ia merasa sangat cemas, bahkan perasaan itu seolah-olah hampir membunuhnya. Apalagi kalau bukan cinta..?

Maka sebagaimana kau mencintainya, yakinlah bahwa ia juga mencintaimu.

[Di nukil dari majalah al mawaddah, vol.39]

Pos ini dipublikasikan di Artikel Islam, Artikel Motivasi, Kajian Islam, Kehidupan, Keluarga, Kisah, Kisah Hikmah, Motivasi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Memahami makna cinta

  1. Saehoni berkata:

    ass makasih atas motifasi dan saran semoga bermanfaat bagi yg membacanya.

  2. mama Adskhan berkata:

    hmmmm……baiknya mudi mudi muslimah….membaca ini ya…tapi saya khawatir mereka lebih memilih menonton sinetron atau membaca novel sehingga mereka mabuk virus merah jambu akut ! cinta berat sampai mau bunuh diri , bahkan syair2 lagu banyak yang begini dan mudah di hafal. bermesraan di tempat umum padahal itu wuujud cinta. padahal mereka sangat rugi, saya fikir….cinta sebenarnya adalah ketika saya menerima seseorang setelah ijab kabul. karena saya yakin Allah SWT telah memberikan saya suami dengan ridho.

  3. leli berkata:

    subhanalloh….
    syukron ats ceritanya…
    **memotivasii saya🙂

  4. fitri berkata:

    so sweet. . . skrang aq mulai paham, ,
    alhamdulillah dg membaca itu aq merasa yakin bahwa suami benar mencintai ku, ,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s