LIHATLAH, ‘RUMAH’ ANDA TERBUAT DARI APA ?


Ada sebuah ungkapan yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga terkait kehidupan religi dan cara kita bermanhaj bersama banyak manusia.

Bunyinya:
“Jika rumah Anda terbuat dari kaca, maka jangan coba-coba melempari rumah orang lain dengan batu.”

Anda paham maksudnya, bukan?

Iya. Karena kalau Anda nekat melempari rumah orang lain dengan batu, sementara rumah Anda sendiri terbuat dari kaca, sungguh tak bisa dibayangkan jika orang tersebut balas melempari rumah Anda dengan batu. Bisa dipastikan rumah Anda akan hancur berantakan. Anda pun akan mengalami kerugian yang sangat besar, baik materiil maupun non-materiil. Anda pun akan sakit dan menderita karena kerusakan berat yang menimpa rumah Anda tercinta.

Lantas, apa hubungannya dengan cara kita bermanhaj sebagai pemegang alhaq? Pelajaran apa yang bisa kita petik dari ungkapan di atas?

Na’am……..
Jika Anda sadar diri bahwa bangunan ‘rumah’ manhaj Anda tidak kokoh, terbuat dari bahan yang mudah rapuh dan rusak, ilmu Anda biasa-biasa saja, anda termasuk orang yang sulit berargumen, Anda merasa tidak memiliki kekuatan ilmiah, maka………jangan pernah Anda coba-coba mencari “penyakit” dengan kaum awam, atau kaum terpelajar tapi tidak terdidik di atas alhaq. Jangan sedikitpun membuka akses jidal (perdebatan) dengan mereka. Jangan “sok kepedean”, menganggap semua orang di luar manhaj kita adalah kaum awam yang tidak punya ilmu, kemudian Anda dengan gagah berani menantang mereka untuk berdebat dengan Anda. Jangan pernah berbuat demikian.

Mengapa?

Karena, disaat Anda melempari ‘rumah’ mereka, Anda mencari penyakit dengan mereka, maka mereka akan segera membalas Anda dengan semangat membara. Anda sedikit saja membuka pintu perdebatan, gayung pun bersambut. Mereka akan secepatnya balas mencerca Anda, menyerang manhaj Anda, menghujat Anda, melawan Anda dengan segala kekuatan mereka.

Sementara, di sisi lain, Anda sendiri termasuk orang yang miskin ilmu. Sehingga Anda tidak bisa melindungi diri Anda sendiri, tidak bisa menjaga kehormatan Anda sendiri; apatah lagi mau melindungi dan menjaga kehormatan manhaj yang Anda yakini kebenarannya.

Apa akibatnya?

Anda pun kalah dalam adu debat yang Anda buka sendiri ruangnya. Saat Anda sudah tak berdaya menghadapi mereka, merekapun kian sombong di atas kebatilannya, semakin yakin dengan jalan keliru yang mereka tempuh. Lebih ironi lagi, mereka menjadi semakin yakin, haqqul yaqin, bahwa manhaj alhaq yang sedang Anda pegang adalah manhaj yang salah, manhaj abal-abal, rapuh tak bernilai sedikitpun. Jadilah ini justru kian mencoreng nama baik dakwah dan manhaj alhaq yang sejatinya sangat agung dan mulia.

Oleh karena itu, alangkah bijaknya jika Anda berpikir matang, menimbang beberapa kali, sebelum Anda “melempari rumah orang”, sebelum Anda mencari penyakit dengan orang-orang yang berbeda manhaj dengan Anda; baik orang-orang yang berada di luar lingkup sunnah, maupun orang-orang yang menisbahkan diri kepada sunnah.

Bila memang ‘rumah Anda terbuat dari kaca’, bila memang Anda sadar bahwa Anda masih perlu untuk banyak belajar ilmu agama, alangkah arifnya jika Anda lebih banyak diam; alangkah baiknya jika Anda tidak menulis status yang kontroversial, yang bisa menyulut bara api perdebatan yang sulit padam dan tak ada faedahnya.

Kecuali jika Anda termasuk orang yang dikaruniai Allah ilmu dan hikmah, yang dengannya Anda bisa berbicara dan meletakkan pembicaraan pada tempat yang tepat, maka tak ada salahnya Anda membuka ruang diskusi yang ilmiah dan sehat, tentunya dengan tetap mempertimbangkan mashlahat dan mafsadah yang kemungkinan bisa timbul sebagai dampak dari diskusi ilmiah yang tengah diadakan.

Jika sekiranya diskusi tersebut sudah tidak lagi sehat, maka langkah bijak adalah segera diam dan menutup ruang diskusi itu. Jangan lupa untuk mendoakan mereka dengan hidayah, barokah, dan kebaikan.

Akhir kata, yuk…….mari sama-sama kita lihat, “terbuat dari apakah rumah kita?”

Pos ini dipublikasikan di Artikel Motivasi, Kehidupan, Keluarga, Motivasi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s